Oleh: Inforkom KL | Maret 12, 2008

Konferensi Usai, AS Tetap Tolak Protokol Kyoto

Konferensi Perubahan Iklim di Bali Konferensi Usai, AS Tetap Tolak Protokol Kyoto 15 Desember 2007 – 11:30 WIB Kurniawan Tri Yunanto
VHRmedia.com, Nusa Dua – Meski hasil Konferensi Perubahan Iklim sudah bisa diprediksi, kalangan aktivis lingkungan hidup mengaku kecewa atas sikap keras kepala Amerika Serikat yang tetap tidak mau menandatangani…. Protokol Kyoto dan menjalankan rekomendasi Intergovernmental Panel on Climate Change.
Nur Hidayati, Climate and Energy Campaigner Greenpeace Asia Tenggara, menilai awalnya seluruh delegasi sepakat mengeluarkan Bali Roadmap. Karena besarnya tekanan Amerika Serikat, sampai berakhirnya konferensi, Bali Roadmap yang awalnya mencantumkan kewajiban negara maju menurunkan emisinya akhirnya tidak ada lagi.

“Menurut kami konteksnya masih sangat
kompromistik. Tidak mencantumkan kewajiban negara Annex 1 menurunkan emisinya. Padahal itu yang ingin kita lihat, adanya komitmen dari negara maju,” ujar Nur Hidayati di Nusa Dua, Jumat (14/12).

Presiden Conference of the Parties (COP) 13 Rachmat Witoelar membuat Bali Roadmap untuk mengatur proses perundingan berikutnya sampai tahun 2009. Dalam Bali Roadmap terdapat empat poin besar yang disebut building block yang dianggap penting untuk dirundingkan, yaitu mitigasi, adaptasi, teknologi, dan pendanaan. “Poin yang alot dalam konteks mitigasi yaitu penurunan emisi dari negara maju. Ini kelihatannya yang jadi deadlock yang memerlukan kompromi,” kata Nur Hidayati.

Berkaitan dukungan Jepang dan Kanada terhadap Amerika Serikat, Greenpeace menilai sebagai upaya menghindari penurunan emisi. Jika target penurunan emisi dicantumkan, sifatnya mengikat dan tentu berdampak pada perekonomian mereka. “Jepang
dan Kanada telah melakukan pengingkaran terhadap komitmen yang mereka buat sendiri meski sudah menandatangani Kyoto Protocol,” ujarnya.

Diketahui, menjelang konferensi berakhir masih terjadi ketegangan dan tidak ada titik temu. Amerika Serikat tetap bersikukuh tidak mau menandatangani Protokol Kyoto. Dengan dukungan Kanada dan Jepang, mereka bisa mempengaruhi keinginan 177 negara untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Amerika Serikat tetap bersikukuh tidak mau menurunkan emisinya sebesar 25% hingga 40% sampai tahun 2020, seperti diatur dalam Protokol Kyoto dan rekomendasi Intergovernmental Panel on Climate Change.

Roadmap itu rencananya dibahas lagi tahun depan. Bali Roadmap akhirnya kandas karena keangkuhan Amerika Serikat. Pertemuan akbar selama dua minggu ini hanya menghasilkan pernyataan umum tanpa ada mekanisme praktis untuk mencegah pemanasan
global.

Meski demikin, penurunan emisi tidak harus diselesaikan di meja perundingan, tapi harus diaplikasikan. “Dan itu yang Greenpeace kejar,” ujar Nur Hidayati. (E4)

©2007 VHRmedia.com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: