Hmmm…aga kareba lingkunganku?…..semoga engkau tetap berdiri tegak dan mengeluarkan warna terbaik yang dtitipkan ALLAH untukmu…aqu sebagai orang yang sangat mencintaimu dan menyayangimu, sangat sedih dengan keadaanmu saat ini…..warnamu yang dahulunya indah, sekarang ini berubah menjadi kusam.
Phuffff,,,AQU hanya bisa berharap semoga saja datang sekelompok super HERO yang akan membantumu menyelamatkan nyawamu…..ya semoga saja mereka datang dengan teriakan……………………SELAMATKAN LINGKUNGAN KUUU……..
dari orang yang amat sangat mencintaimuuuuuu karena ALLAH….
the first thing that we must change is the way our mind think about our earth…that the armageddon are getting near us because the destruction that human made…!!!
earth can give us anything that we need, but earth can”t accept human greedy….so save our earth, do something about it start from now!!!
Pakar otak menmperingatkan massa tentang adanya peningkatan drastis dalam pertumbuhan tumor dan menghubungi industri untuk segera mengambil langkah untuk mengurangi radiasi.
Ponsel dapat membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan rokok atau asbestos, menurut salah satu hasil studi. Pengguna disarankan untuk menghindarinya sebisa mungkin dan pemerintah serta industri ponsel harus mengambil langkah cepat untuk mengurangi dampak radiasi.
Studi yang dilakukan oleh Dr Vini Khurana merupakan peringatan akan resiko kesehatan yang paling menakutkan.
Ia menggambarkan bukti yang terus berkembang – secara eksklusif dilaporkan pada IoS bulan Oktober — akan penggunaan handset untuk 10 tahun atau lebih dapat menggandakan resiko terkena kangker otak. Kangker setidaknya memerlukan satu dekade untuk berkembang.
Awal tahun ini, pemerintah Perancis memperingatkan para pengguna ponsel, terutama anak-anak. Jerman juga telah menganjurkan untuk menggunakan handset seminimal mungkin, dan European Environment Agency juga memperingatkan untuk mengurangi dampak pengunaan ponsel.
Professor Khurana – seorang pakar bedah saraf yang telah menerima 14 penghargan dalam 16 tahun terakhir, telah menerbitkan lebih dari tiga lusin laporan — yang telah menelusuri lebih dari 100 kasus mengenai dampak ponsel. Ia mengatakan bahwa ponsel dapat menolong anda pada saat genting, namun ada bukti kuat yang menghubungkan antara penggunaan ponsel dan meningkatnya tumor.
Saat ini 3 milyar penduduk Dunia menggunakan ponsel, 3 kali lebih banyak dari mereka yang merokok. Rokok membunuh 5 juta penduduk di seluruh dunia setiap tahunnya.
PERINGATAN!
MENELPON DENGAN HANDPHONE DAPAT MENYEBABKAN KANKER,SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN
> Tdk memakai bhn organik spt plastik secara berlebihan. Kan kita bisa bawa sendiri makanan atw minuman dalam wadah klo mau sekaliQ jajan… itung2 klo kita bawa bekal dari rumah, berarti wadah yg kita pake masih bisa di cuci n di gunakan kembali kan? tanpa harus dibuang…pastinya sih menghilangkan nilai estetika lingkungan…setuju kan>?
> Kurangi pemakain Tissue (klo ini nunjuk kediri sendiri nih..), dan Kertas…(klo ini, tolong di sumbangin ke Mas….mas siapa ayyooo?..ya mas fahri lah…(mengutip kata2 ketua forkom).untuk masalah tissue, klo bisa bawa saputangan sendiri…kan gak dibuang tuh klo slesai dipake ya, cuci sendiriiii..
> Tanam serta sayangi pohon yg ada di sekitar kita. bukannya klo kita sayang sama alam ini, InsyaALLAH Kita juga pasti di sayang sama pencipta bumi ini. iya kan?
satu hal kecil untuk bumi kita yang semakin malang :
KURANGI PENGGUNAAN TISSUE,
kalau pakai sapu tangan bagaimana ????.
Faktanya penggunaan tissu sekitar 5 sheet/hari selama 40 hari mengakibatkan penebangan 1 batang pohon yang umurntya 5-6 tahun, jadi selama 40 hari kita habiskan 1 pohon yang umurnya 5-6 tahun.
so…….. less tissue, lest the tree being cut off !!!
Salam....terima kasih telah mengunjungi situs kami, situs ini dibuat sebagai sarana komunikasi kita sebagai makhluk hidup yang sangat bergantung terhadap lingkungan, adapun tentang kami silahkan buka halaman profil forkom KL
"Forkom KL (Forum Komunikasi Mahasiswa Kesehatan Lingkungan) FKM Unhas adalah sebuah forum perkumpulan mahasiswa jurusan Kesehatan Lingkungan di FKM Unhas. Forkom KL ini terbentuk pada tanggal 15 September 2001 di Pulau Barrang Lompo"
Silahkan langsung gabung saja untuk diskusi di halaman-halaman bawah ini.
Buat teman-teman yang mau tulisannya di posting disini, kirim aja tulisannya ke alamat e-mail : forkom_kl_unhas@yahoo.com
atau dalam bentuk soft file ke crew@infokom
Adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dengan efek rumah kaca[3] (tanpanya suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi). Akan tetapi sebaliknya, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
Protokol Kyoto
Protokol Kyoto adalah sebuah amandemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global. Negara-negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya, atau bekerja sama dalam perdagangan emisi jika mereka menjaga jumlah atau menambah emisi gas-gas tersebut, yang telah dikaitkan dengan pemanasan global.
Jika sukses diberlakukan, Protokol Kyoto diprediksi akan mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,02°C dan 0,28°C pada tahun 2050. (sumber: Nature, Oktober 2003)
Nama resmi persetujuan ini adalah Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Protokol Kyoto mengenai Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim). [1] Ia dinegosiasikan di Kyoto pada Desember 1997, dibuka untuk penanda tanganan pada 16 Maret 1998 dan ditutup pada 15 Maret 1999. Persetujuan ini mulai berlaku pada 16 Februari 2005 setelah ratifikasi resmi yang dilakukan Rusia pada 18 November 2004.
"Protokol Kyoto adalah sebuah persetujuan sah di mana negara-negara perindustrian akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun 1990 (namun yang perlu diperhatikan adalah, jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah emisi pada tahun 2010 tanpa Protokol, target ini berarti pengurangan sebesar 29%). Tujuannya adalah untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca - karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC - yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008-12. Target nasional berkisar dari pengurangan 8% untuk Uni Eropa, 7% untuk AS, 6% untuk Jepang, 0% untuk Rusia, dan penambahan yang diizinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia." [2]
Protokol Kyoto adalah protokol kepada Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC, yang diadopsi pada Pertemuan Bumi di Rio de Janeiro pada 1992). Semua pihak dalam UNFCCC dapat menanda tangani atau meratifikasi Protokol Kyoto, sementara pihak luar tidak diperbolehkan. Protokol Kyoto diadopsi pada sesi ketiga Konferensi Pihak Konvensi UNFCCC pada 1997 di Kyoto, Jepang.
Sebagian besar ketetapan Protokol Kyoto berlaku terhadap negara-negara maju yang disenaraikan dalam Annex I dalam UNFCCC.
Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet.
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.
Lapisan Ozon
Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 - 48 km (12 - 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.
Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di Bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, para ilmuan sangat khawatir ketika mereka menemukan bahwa bahan kimia klorofluorokarbon (CFC) yang biasa digunakan sebagai media pendingin dan gas pendorong spray aerosol, memberikan ancaman terhadap lapisan ini. Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar Matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon. Oleh karena itu, penggunaan CFC dalam aerosol dilarang di Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia. Bahan-bahan kimia lain seperti bromin halokarbon, dan juga nitrogen oksida dari pupuk, juga dapat menyerang lapisan ozon.
Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi plankton yang akan berakibat pada rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah kardiopulmoner.
Pada awal tahun 1980-an, para peneliti yang bekerja di Antartika mendeteksi hilangnya ozon secara periodik di atas benua tersebut. Keadaan yang dinamakan lubang ozon (suatu area ozon tipis pada lapisan ozon) ini, terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut selama beberapa bulan sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan dengan balon pada ketinggian tinggi dan satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon secara keseluruhan di Antartika sebenarnya terus menurun. Penerbangan-penerbangan yang dilakukan untuk meneliti hal ini juga memberikan hasil yang sama.
Hujan Asam
Hujan asam dilaporkan pertama kali di Manchester, Inggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri. Pada tahun 1852, Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara. Istilah hujan asam tersebut mulai digunakannya pada tahun 1872. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam.
Walaupun hujan asam ditemukan di tahun 1852, baru pada tahun 1970-an para ilmuwan mulai mengadakan banyak melakukan penelitian mengenai fenomena ini.
Hujan asam didefinisikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.
Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut, dan Proses Industri. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian (terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah.
Hutan bakau ( Pelindung Alami )
Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi --yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
Tumbuhnya hutan bakau di suatu tempat bersifat menangkap lumpur. Tanah halus yang dihanyutkan aliran sungai, pasir yang terbawa arus laut, segala macam sampah dan hancuran vegetasi, akan diendapkan di antara perakaran vegetasi mangrove.
assalamualaikum….
Hmmm…aga kareba lingkunganku?…..semoga engkau tetap berdiri tegak dan mengeluarkan warna terbaik yang dtitipkan ALLAH untukmu…aqu sebagai orang yang sangat mencintaimu dan menyayangimu, sangat sedih dengan keadaanmu saat ini…..warnamu yang dahulunya indah, sekarang ini berubah menjadi kusam.
Phuffff,,,AQU hanya bisa berharap semoga saja datang sekelompok super HERO yang akan membantumu menyelamatkan nyawamu…..ya semoga saja mereka datang dengan teriakan……………………SELAMATKAN LINGKUNGAN KUUU……..
dari orang yang amat sangat mencintaimuuuuuu karena ALLAH….
Wassalam……
Oleh: DHILA on Maret 27, 2008
at 5:47 am
the first thing that we must change is the way our mind think about our earth…that the armageddon are getting near us because the destruction that human made…!!!
earth can give us anything that we need, but earth can”t accept human greedy….so save our earth, do something about it start from now!!!
Oleh: Ocha 05 on April 1, 2008
at 10:38 am
Ponsel Lebih Berbahaya Daripada Rokok
Pakar otak menmperingatkan massa tentang adanya peningkatan drastis dalam pertumbuhan tumor dan menghubungi industri untuk segera mengambil langkah untuk mengurangi radiasi.
Ponsel dapat membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan rokok atau asbestos, menurut salah satu hasil studi. Pengguna disarankan untuk menghindarinya sebisa mungkin dan pemerintah serta industri ponsel harus mengambil langkah cepat untuk mengurangi dampak radiasi.
Studi yang dilakukan oleh Dr Vini Khurana merupakan peringatan akan resiko kesehatan yang paling menakutkan.
Ia menggambarkan bukti yang terus berkembang – secara eksklusif dilaporkan pada IoS bulan Oktober — akan penggunaan handset untuk 10 tahun atau lebih dapat menggandakan resiko terkena kangker otak. Kangker setidaknya memerlukan satu dekade untuk berkembang.
Awal tahun ini, pemerintah Perancis memperingatkan para pengguna ponsel, terutama anak-anak. Jerman juga telah menganjurkan untuk menggunakan handset seminimal mungkin, dan European Environment Agency juga memperingatkan untuk mengurangi dampak pengunaan ponsel.
Professor Khurana – seorang pakar bedah saraf yang telah menerima 14 penghargan dalam 16 tahun terakhir, telah menerbitkan lebih dari tiga lusin laporan — yang telah menelusuri lebih dari 100 kasus mengenai dampak ponsel. Ia mengatakan bahwa ponsel dapat menolong anda pada saat genting, namun ada bukti kuat yang menghubungkan antara penggunaan ponsel dan meningkatnya tumor.
Saat ini 3 milyar penduduk Dunia menggunakan ponsel, 3 kali lebih banyak dari mereka yang merokok. Rokok membunuh 5 juta penduduk di seluruh dunia setiap tahunnya.
PERINGATAN!
MENELPON DENGAN HANDPHONE DAPAT MENYEBABKAN KANKER,SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN
Oleh: Uya_Phunk on April 2, 2008
at 4:23 pm
teman2!!! sy pengEn bertanya,
APA YG SUDAH KAMU PERBUAT UNTUK LINGKUNGANMU???
DAN..
APA YANG SUDAH DIBERI LINGKUNGAN KEPADAMU????
KEMUDIAN BANDINGKAN, BERIMBANGKAH????
pikirkan baek2 teman2!!!!
Oleh: asne on April 8, 2008
at 2:58 am
……..>>>>>>>Prevent Global Warming……………………..>>>>
> Tdk memakai bhn organik spt plastik secara berlebihan. Kan kita bisa bawa sendiri makanan atw minuman dalam wadah klo mau sekaliQ jajan… itung2 klo kita bawa bekal dari rumah, berarti wadah yg kita pake masih bisa di cuci n di gunakan kembali kan? tanpa harus dibuang…pastinya sih menghilangkan nilai estetika lingkungan…setuju kan>?
> Kurangi pemakain Tissue (klo ini nunjuk kediri sendiri nih..), dan Kertas…(klo ini, tolong di sumbangin ke Mas….mas siapa ayyooo?..ya mas fahri lah…(mengutip kata2 ketua forkom).untuk masalah tissue, klo bisa bawa saputangan sendiri…kan gak dibuang tuh klo slesai dipake ya, cuci sendiriiii..
> Tanam serta sayangi pohon yg ada di sekitar kita. bukannya klo kita sayang sama alam ini, InsyaALLAH Kita juga pasti di sayang sama pencipta bumi ini. iya kan?
…………….We Love Earth…..Go Green Initiative..
Oleh: dhilla on April 8, 2008
at 3:55 am
satu hal kecil untuk bumi kita yang semakin malang :
KURANGI PENGGUNAAN TISSUE,
kalau pakai sapu tangan bagaimana ????.
Faktanya penggunaan tissu sekitar 5 sheet/hari selama 40 hari mengakibatkan penebangan 1 batang pohon yang umurntya 5-6 tahun, jadi selama 40 hari kita habiskan 1 pohon yang umurnya 5-6 tahun.
so…….. less tissue, lest the tree being cut off !!!
Oleh: asri'06 on April 18, 2008
at 5:14 am
Selamatkan Bumikita
Di suatu ketika
Saat air menghilang dari daratan bumi
saat kemarau tiba
dan bencana datang tanpa diundang
Bumiku tercinta
Ribuan manusia hidup dipangkuanmu
ribuan manusia telah tumbuh dan mati disini
ribuan manusia telah terberkati oleh mu
Saat ini kau tak lagi muda
kau tak elok seperti dahulu
kau kian renta dan rapuh
Jalanmu semakin tertatih
Bumiku tercinta
Tahanlah amarahmu jangan kau keluarkan lava
sabarkan dirimu untuk tidak bergempa
bila kau murka kami pasti merana
Bumiku tercinta
Kau semakin renta
dan wahai umatmanusia sadarlah
mari kita jaga bumikita
bila tidak siap bencana lah yang kita terima
Oleh: Densus88 on April 20, 2008
at 5:27 pm
baca tulisanku untuk Green Student Movement di sini:
http://nida-greenland.blogspot.com/2008/03/dua-halaman-untuk-lingkungan-kita_25.html
saya tunggu koment nya… oke..
Go Green!!
Oleh: indah kl 05 on Juni 2, 2008
at 7:40 am
aslm..salam kenal.
aku anak lingkungandi Palembang neh.
pagil ana eve. salm kenal ya. i Love u Lingkungan..
Oleh: eveline on Oktober 9, 2008
at 1:53 pm
help and save our mother nature
http://queenbeehunt.com/mission/?detail=165
comment please
your comments will make my day
Oleh: alia on April 1, 2009
at 8:09 am
Salam Lestari…
ad yg pny info tentang Green Student Movement di Palembang?mksh
Oleh: JaJa on Mei 9, 2009
at 4:29 pm
eh…bener ga sih kalo global warming ntu emang suatu siklus dan tidak bisa dipungkiri lg
Oleh: didisusanto on Juli 4, 2009
at 6:45 am