Oleh: Inforkom KL | Juni 5, 2008

60% Penduduk Indonesia Belum Dapat Akses Fasilitas Sanitasi Memadai

Sumber : http://www.keluargasehat.com/sekitar-lingkungan

Kendati data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2004 menyebutkan bahwa 73 persen penduduk Indonesia sudah memiliki fasilitas sanitasi namun kenyataannya hingga saat ini lebih dari 60 persen penduduk belum bisa mengakses fasilitas sanitasi yang memadai.

“Menurut data, akses terhadap fasilitas sanitasi memang cukup tinggi tetapi yang terlihat di lapangan tidak demikian. Lebih dari 60 persen penduduk tidak menggunakan sistem sanitasi yang bagus,” kata Staf Ahli Environmental Sanitation Programme United States Agency for International Development (USAID) Foort Bustraan pada lokakarya tentang sanitasi perkotaan, di Jakarta, Rabu.

Senada dengan Bustraan, Kepala Sub Direktorat Air Minum dan Air Limbah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Nugroho Tri Utomo juga mengemukakan bahwa aksesibilitas terhadap sarana sanitasi yang memadai di Tanah Air memang masih rendah.

Menurut Nugroho, hal itu terlihat dari masih minimnya jumlah fasilitas sanitasi yang memadai di daerah perkotaan, daerah sub urban maupun di pedesaan.

Data Departemen Kesehatan tahun 2000, yang menurut Bustraan tidak banyak berubah hingga saat ini, juga menyebutkan bahwa fasilitas sanitasi di Tanah Air yang menggunakan perpipaan baru satu persen, fasilitas sanitasi komunal 19 persen, fasilitas sanitasi pribadi tanpa septic tank sebanyak 31 persen dan fasilitas sanitasi pribadi dengan septic tank baru berkisar 23 persen.

“Dan yang ada di lapangan bahkan lebih buruk dibandingkan data-data tersebut. Kondisi fasilitas sanitasinya pun belum semuanya bisa dikatakan memadai,” kata Nugroho. Ia menambahkan pula bahwa fasilitas sanitasi yang telah dibangun pun belum semuanya memadai dan dimanfaatkan oleh masyarakat atau pemiliknya.

“Fasilitas sanitasi mungkin sudah ada, tapi tidak semuanya digunakan sebagaimana mestinya. Buktinya banyak warga, utamanya yang tinggal di daerah pinggiran sungai, lebih suka membuang limbah dan melakukan aktifitas MCK-nya di sungai dibanding di fasilitas sanitasi yang ada,” ujarnya.

Kondisi yang demikian, menurut Nugroho, sangat mengkhawatirkan mengingat kondisi sanitasi yang buruk merupakan sumber dari berbagai jenis penyakit termasuk diare, polio, thypus, serta berbagai penyakit kulit.

Menurut dia, sanitasi yang buruk juga menjadi lingkaran setan bagi masyarakat miskin karena dengan kondisi sanitasi yang buruk mereka rentan terkena penyakit sehingga harus terus mengeluarkan biaya pengobatan yang akan memperburuk kondisi perekonomian mereka.

“Sanitasi yang buruk juga akan meningkatkan biaya produksi air bersih dan menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Bisa mencapai Rp42,3 triliun per tahun atau dua persen dari GDP,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, pemerintah berusaha meningkatkan cakupan fasilitas sanitasi secara bertahap dengan melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor dan swasta serta memberdayakan masyarakat dalam penyediaan dan pengelolaan fasilitas sanitasi.

“Sebab pemerintah tidak mungkin bisa mengatasinya sendiri karena itu memerlukan partisipasi dari semua pihak termasuk lembaga donor dan pihak swasta,” katanya seraya menambahkan dana yang disediakan pemerintah untuk sanitasi hanya Rp200 per kapita per tahun.

Berkenaan dengan hal itu Direktur Pemukiman Perumahan Bappenas Basah Hernowo menyatakan bahwa saat ini pemerintah juga tengah menyusun strategi sanitasi perkotaan yang dalam pelaksanaannya akan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan sektor swasta.

Menurut dia, langkah awal yang akan dilakukan dalam hal ini adalah mengembangkan sistem penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) berbasis masyarakat.

“Misalnya saja dengan membangun fasilitas sanitasi komunal memadai di tingkat persil atau pemukiman yang pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat,” katanya, seraya menambahkan dengan metode itu sistem sanitasi akan bisa diperbaiki dengan biaya lebih murah.
(idionline/RoL)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: