Oleh: Inforkom KL | Juni 5, 2008

Menjaga Ozon dari CFC Selundupan

sumber : http://www.keluargasehat.com/sekitar-lingkungan

Bacalah kembali hasil riset Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2002 silam itu. Dan akuilah betapa zalimnya kita pada lapisan ozon.

Survei tersebut ‘menggaruk’ lebih dari 4.000 bengkel airconditioner (AC) mobil di DKI Jakarta. Dari jumlah itu, 60 persen bengkel terbukti memakai hydrofluorocarbons (HFC) palsu. HFC adalah bahan isi ulang AC yang ramah lingkungan.

Meski mengklaim HFC pada labelnya, isi tabung-tabung AC tersebut bukan HFC, melainkan chlorofluorocarbons (CFC)-12 atau CFC-11. Ini adalah bahan kimia pembobol lapisan ozon yang dilarang secara internasional. ITB menduga praktik tipu-menipu –merusak ozon– ini terjadi pula di kota-kota selain Jakarta.

Pelabuhan Belawan, Medan, awal Agustus 2006, bagai membuktikan dugaan tersebut. Puluhan tabung HFC palsu dari Cina dan India berhasil diendus petugas. Kendati mencantumkan label R-134 (nama sejenis HFC) di bagian luarnya, instrumen indentifier digital menangkap basah tabung-tabung itu berbahan baku CFC-11 atau CFC-12 yang maut. Sesuai aturan, HFC ‘gadungan’ itu langsung dikembalikan ke negeri asalnya.

Maka tak keliru betul jika dikatakan bahwa negeri ini adalah pasar gelap bahan kimia pembolong ozon. Survei terpisah dari Jurusan Teknik Kimia ITB kian menguatkan dugaan tersebut. Secara keseluruhan, menurut survei itu, kandungan CFC impor di udara tercatat lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan.

”Di Indonesia hanya ada satu importir yang diperbolehkan mengimpor bahan CFC, sehingga dapat terlacak mudah jumlahnya di udara. Tapi di lapangan, jumlahnya jauh lebih besar. Ini jelas indikasi adanya penyelundupan,” terang Redni Tota Sihite, staf Asisten Deputi Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (30/8).

Di salah satu wilayah di Peru, Amerika Selatan, pemerintah setempat telah memperingatkan warganya untuk selalu memakai kacamata hitam serta meluluri kulit dengan sunblock setiap keluar rumah. Area tersebut disinyalir sebagai lokasi dengan penipisan lapisan ozonnya paling parah di dunia. Indonesia ingin menyusul?

Akibat tipisnya ozon
Penipisan lapisan ozon memberi peluang radiasi ultraviolet B (UV-B) dari sinar matahari mengguyur deras ke muka Bumi. Ini adalah sinar yang berbahaya jika memapar dalam jumlah besar. Banyak riset soal itu, salah satunya dari dr Nila J Moeloek (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). Ia menunjukkan bahwa radiasi UV-B berpotensi memicu katarak.

Katarak tercatat sebagai pemicu kebutaan nomor wahid di Indonesia (50 persen). Penyakit ini terutama terjadi pada manula (1,6 juta orang), namun terbukti dapat menyerang penduduk usia muda. Guyuran sinar UV-B dalam jumlah besar terbukti sebagai salah satu pemicu katarak pada berbagai usia.

Bukan hanya itu. Sinar UV-B juga tercatat dapat menumbuhkan bibit-bibit bagi terbentuknya tumor ganas pada mata. Jika terpapar kulit dalam jumlah besar dan intens, sinar UV-B juga terbukti dapat memicu terjadinya kanker kulit.

Tak cuma berbahaya bagi kesehatan manusia, sinar UV-B dalam jumlah yang berlebihan juga menyisakan petaka bagi flora dan fauna. Berdasar riset para pakar, kata Redni Tota Sihite, paparan sinar UV-B dengan takaran berlebih dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut.

”Sinar UV-B membunuh fitoplankton. Matinya fitoplankton jelas berpotensi memicu kekacuauan dalam rantai makanan ekosistem laut,” terang dia.

Di darat, sinar UV-B tercatat dapat menciptakan penurunan produktivitas tanaman. ”Tanaman jadi tumbuh kerdil,” tambah dia mengungkap hasil riset para pakar.

Sumber pembolong ozon
Sumber petaka itu adalah bahan kimia jenis klorin dan bromida. Bahan-bahan kimia berbahaya itu mengapung ke angkasa, lantas membuat kerusakan di stratosfer (lokasi lapisan ozon), yakni dengan mengurai O3 kembali menjadi O2. Rontoknya atom pada O3 membuat kemampuan lapisan ini menapis sinar UV-B ikut rontok. Inilah awal mula petaka itu.

Di mana bahan perusak ozon (BPO) itu berada? ”Mereka ada di mana-mana dalam keseharian kita sebagai manusia modern,” terang Tota. Namun, para ahli merangkum, bahan kimia CFC –pemicu utama bolongnya ozon– terutama berasal dari produksi busa (foam). Pembuatan busa, kata Tota, tidak bisa tidak menggunakan CFC 11, sebab ia berperan sebagai media pengembang (blowing agent). Nah, lewat cerobong pabrik, zat maut itu mengudara ke angkasa.

Selain itu, penyumbang CFC terbesar adalah AC atau pendingin ruangan (refrigerator). Guna menghasilkan udara dingin, refrigerator memanfaatkan CFC-11, CFC-12, dan CFC-115, yang berbahaya bagi ozon. Kontribusi AC dan refrigerator dalam membolongi ozon adalah 31 persen, sementara produksi busa 45 persen.

Sumber-sumber polusi ozon lainnya adalah produksi bahan cair pemadam kebakaran yang memanfaatkan Halon 1211 atau Halon 1301; aerosol (seperti parfum, spray, pengharum ruangan) yang menggunakan CFC-12; pabrik rokok mild yang menggunakan CFC-11 dalam produksinya; pabrik elektronik yang menggunakan CFC-113, CTC, atau TCA pada proses pelarutan; serta sektor pertanian yang menggunakan methyl bromida untuk fumigasi tanah.
(idionline/RoL)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: